Aku, Insecure, dan Usahaku
Halo, namaku Floransa. Floransa Cahya Raditya.
Umurku 17 tahun. Tentu saja tahun depan usiaku bertambah, tapi aku belum siap untuk menghadapi masalah selanjutnya.
Aku tumbuh dengan perasaan insecure dan tidak percaya diri.
Aku berharap suatu saat aku bisa menjadi lebih baik dari sekarang.
Dan hari ini aku akan menceritakan tentang diriku.
Ya Allah When Ya?
Hampir setiap hari aku mikir, kenapa aku ga bisa kaya mereka ya? Kapan aku bisa jadi kaya mereka? Tentu saja aku berpikir seperti itu karna aku tidak bisa menjadi seperti mereka. Mereka yang hidupnya sangat beruntung.
Aku adalah orang yang selalu merasa insecure dan tidak pernah merasa cukup dengan diriku sendiri.
Aku bingung aku harus gimana. Seperti hidup namun tanpa tujuan.
Alasan aku tidak percaya diri :
- Takut mengambil keputusan
- Minta petunjuk ke Tuhan,
- Berpikir berkali-kali,
- Tanya ke orang terdekat apakah keputusanku benar.
- Tidak bisa public speaking
- Takut berbuat sesuatu
Kalo dipikir-pikir, kenapa ya aku bisa takut mengambil keputusanku sendiri. Padahal setiap manusia kan berhak mengambil keputusan. Tapi aku selalu ragu-ragu dengan keputusanku sendiri. Aku takut salah. Tapi aku selalu melakukan ini setiap mau mengambil keputusan :
When ya aku jadi kaya orang-orang yang bisa public speaking. Kalo aku bisa public speaking pasti keren banget. Tapi gimana aku bisa public speaking, ngomong aja masih belibet, apa karna aku jarang ngomong ya? Tapi kadang aku lakuin ini biar aku bisa ngomong lancar
| Latihan berbicara | Berbicara di depan cermin seperti bikin vlog atau review make up |
| Membaca | Membaca buku atau cerpen |
Ya, aku sering takut saat ingin melakukan sesuatu. Aku takut aku salah. Aku takut diomongin orang. Karna aku banyak takutnya, aku jadi banyak kehilangan kesempatan.
Kenapa aku selalu merasa sepi?
Aku memiliki banyak teman, namun aku hanya memiliki sedikit sahabat. Jadi tau kan kenapa aku kesepian?
Kok orang-orang bisa punya banyak sahabat sih? Kenapa aku engga? Apa karna aku setakut itu untuk bersosialisasi?
Ternyata iya, aku takut bersosialisasi di lingkungan baru. Aku ga berani ngajak berbicara orang asing.
Aku merasa aku ini introvert. Aku ga berani kemana-mana sendirian.
Setiap aku memiliki teman baru, kebanyakan hubungan itu hanya bertahan sebentar lalu asing.
Tapi aku memiliki sahabat terbaik, yaitu adikku. Dia selalu bersamaku saat aku kesepian. Kadang dia juga menemaniku saat aku mau pergi ke suatu tempat. Dia juga selalu mengikutiku. Entah nanti apa aku bisa jika harus berpisah dengan adikku, semoga aku dan adikku selalu bersama.
Aku bisa
Sampai saat ini aku masih bingung sebenarnya apa kelebihanku.
Aku bisa melakukan suatu hal, tapi belum mahir dan masih memiliki banyak kekurangan.
Bahkan sampai saat ini, kadang aku masih merasa malu untuk bertanya ketika belum memahami sesuatu.
Ingin menjadi orang hebat
Aku ingin menjadi orang hebat. Aku harus yakin dengan diriku bahwa aku bisa menjadi orang yang berani. Aku harus lawan rasa insecure.
Perubahanku sekarang :
| Berani ngobrol kepada orang asing | Masih sering merasa gugup, tapi ini adalah keberanian yang pelan-pelan kupelajari |
| Berani pergi sendirian | Meski masih takut keramaian, aku tidak ingin selamanya dikendalikan rasa takut. |
Prinsipku
- Jangan malu
- Kalau aku malu pasti aku akan kehilangan banyak kesempatan.
- Usahakan ngobrol dengan orang lain walau sedikit
- Untuk melatih keberanianku
- Untuk meningkatkan komunikasi
PKL menjadi pengalaman yang perlahan mengubah diriku.
Sebelum PKL aku takut. Aku takut ga bisa
Tentu aku juga takut jika bertemu dengan orang asing, seperti yang aku bilang tadi.
Tapi ternyata, semua jauh berbeda dari yang aku pikirkan. Ku kira PKL semenakutkan itu, ternyata tidak.
Kenapa takut PKL?
- Banyak tekanan
- Aku kira PKL itu ribet dan banyak tugas.
- Senioritas
- Ternyata tidak semua lingkungan kerja orangnya jahat-jahat.
- Kerja maksimal
- Aku pikir harus bekerja dari pagi sampai sore, ternyata tidak semua begitu
Yang didapatkan saat PKL
| Keberanian | Aku menjadi orang yang tidak pemalu lagi karna saat PKL bertemu dengan banyak orang dan dari situ aku belajar |
| Ketelitian | Karena hampir setiap hari aku edit artikel aku menjadi lebih teliti |
| Pertemanan | Pertemanan yang asik tanpa konflik |
| Pengetahuan | Banyak hal yang sebelumnya aku tidak mengerti. Tapi kini pengetahuanku semakin luas |
Gabung dalam percakapan